blogrolls

  • https://marrycrdv.blogspot.com/

Kamis, 27 November 2025

Saint Mary's Way

 The Morning We Sang With Our Hearts

  Last month, I had one of the most memorable experiences of my school year: joining the choir performance at Gereja Kemuning with my teachers and friends. At first, I didn’t expect it to be anything special. I thought it would just be another school activity, something we did because we were told to. But I soon realized that it was more than that. It was a journey full of practice, laughter, stress, excitement, and moments that I will probably remember for a long time. This experience didn’t just teach me how to sing better; it also taught me how to work together, be responsible, and appreciate small moments that feel big. 

 Our journey started with practice sessions after school. We would gather in the music room, sitting in rows while our teacher arranged the harmony. At first, our voices sounded so messy some of us were too loud, some too soft, and some didn’t even know when to start. But instead of getting frustrated, our teacher would laugh and say, “It’s okay, we’ll get better!” Little by little, we did. We learned how to breathe properly, how to match each other’s tone, and how to follow the beat without rushing. Sometimes we got tired and sleepy, but practicing with friends made everything more fun. We joked around, shared snacks, and sometimes practiced the same song over and over until it finally felt right.
 
  The night before the performance, I felt strangely nervous. I set an alarm for very early in the morning, afraid that I might oversleep and ruin everything. I laid out my clothes, prepared my shoes, and practiced the song again quietly before going to bed. Even though I tried to sleep early, my mind kept repeating the melody and imagining what the next day would be like. Would we sing well? Would we forget the lyrics? Eventually, I fell asleep with all those thoughts still swirling in my head.

  The morning of the performance came faster than I expected. When my alarm rang, it felt like I had only slept for five minutes. I dragged myself out of bed, washed my face, and prepared my things. Even though I was sleepy, I felt excited. The sky was still a little dark, and the air was cold, but it felt refreshing llike the beginning of a special day. When I arrived at school, my friends were already gathering. Some looked fresh, some looked half asleep, and some were still practicing their parts softly. Our teacher reminded us to stay calm, drink water, and keep our throats warm.

 
  When we reached Church Kemuning, the atmosphere was peaceful. The church felt cool and quiet, and for a moment, I just stood there taking in the calmness. But once we entered, everything became busy. We had to set our positions, check the sound system, and rehearse one last time. The closer the performance got, the faster my heart raced. I wasn’t the only one my friends were also whispering things like, “I’m nervous,” or “Don’t mess up, okay?” Even our teacher looked a bit tense, although she tried to hide it. 

  Finally, the moment came. We stood in front of the congregation, holding our breath for a few seconds before the music started. When the first note played, something shifted. All the nervousness slowly disappeared, replaced by a warm, steady feeling. We sang together, our voices blending like we had practiced so many times. I could see some people in the audience smiling, and that made me feel even braver. For a moment, it didn’t feel like performing it felt like praying through music. And honestly, it was beautiful.

 When the last song ended, we looked at each other and quietly smiled. We did it. All the practice, all the early mornings, all the worries yhey were worth it. Even our teacher had tears in her eyes, though she quickly wiped them away.

  Looking back, joining the choir at Gereja Kemuning was one of the best decisions I made this year. It taught me that good things don’t come instantly ythey come from effort, teamwork, and a little bit of courage. I learned how to trust myself, support my friends, and appreciate the feeling of creating something beautiful together. This experience also made me realize that singing isn’t just about hitting the right notes; it’s about sharing emotion, offering something sincere, and letting your voice carry meaning.

  If I ever get the chance to join another performance, I won’t hesitate. I would love to build new memories, face new challenges, and feel that same excitement again. For me, this choir experience wasn’t just an activity it was a step in growing up, and a reminder that sometimes, the most meaningful moments come from the simplest things. 

    My experience as a choir member at Gereja Kemuning was truly meaningful and unforgettable. I joined the church choir to serve during a Sunday worship, and at first I felt nervous because it was my first time singing together with many people in front of the congregation. However, as we practiced and sang the hymns, I felt peace, joy, and a strong sense of togetherness. The choir leader guided us patiently, and everyone supported one another. Through this experience, I learned that serving God requires discipline, cooperation, and humility. From this activity, I gained important values of faith such as commitment in worship, gratitude for the opportunity to serve, and trust in God. Singing together in the choir strengthened my faith and reminded me that serving God with sincerity can bring spiritual growth and inner peace.




Senin, 24 November 2025

Saint Mary's Way

Pada Setiap Nafas Lagu, Terselip Cahaya Kekekalan


   Selain semua niat itu, aku juga ingin melatih keberanian untuk melangkah lebih jauh dalam pelayanan. Aku sadar bahwa setiap kesempatan bernyanyi bukan sekadar tugas, tetapi undangan Tuhan untuk bertumbuh. Karena itu, aku ingin belajar membuka diriku lebih luas berani memimpin pemanasan suara, berani mencoba nada yang lebih tinggi, dan berani tampil meski kadang masih gugup. Aku ingin menjadikan setiap pelayanan seperti perjalanan kecil menuju versi diriku yang lebih baik. Tidak harus sempurna, tetapi selalu tulus. Dan mungkin, lewat langkah-langkah kecil itu, Tuhan sedang membentukku menjadi seseorang yang bisa membawa damai dan sukacita, tidak hanya lewat suara, tapi juga lewat kehadiranku.


  Perjalanan menuju Gereja Kemuning lumayan tenang. Hanya terdengar lagu yang diputar di mobil dan suara ringan dari orang tuaku yang saling mengobrol. Pikiran ku melayang melihat pepohonan dan cahaya matahari pagi yang menembus jendela. Rasanya seperti sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang indah. Saat sampai, aku menarik napas panjang sebelum masuk ke gereja. Ruangannya teduh, dan begitu aku bernyanyi untuk lagu pertama, rasanya suara kami menembus setiap sudut ruangan. Ada damai yang sulit dijelaskan. Suara yang keluar bukan cuma nada, tapi seperti doa yang melayang ke atas. Setiap lagu yang kami nyanyikan membuatku merasa semakin dekat dengan Tuhan dan jemaat.

  Setelah misa selesai, kami berkumpul sebentar untuk berdoa dan mengevaluasi diri. Ada rasa lega, bangga, dan syukur karena pelayanan hari itu berjalan lancar. Kami pulang dengan hati hangat meski tubuh mulai lelah. Hari itu berakhir dengan perasaan bahwa kami telah memberikan sesuatu yang berarti.

 - Refleksi Sikap Hati
Dari pengalaman di Kemuning dan Melania, aku belajar banyak tentang rendah hati dan melayani dengan tulus. Aku sadar bahwa dalam pelayanan, yang terpenting bukanlah pujian dari orang lain, tetapi hati yang mau dipakai Tuhan. Saat bernyanyi, aku merasakan damai yang tidak bisa dijelaskan, seolah Tuhan mengingatkanku untuk melayani tanpa berharap imbalan apa pun. Rasanya seperti menjadi bagian kecil dari karya Tuhan untuk membawa ketenangan kepada jemaat.

 
 - Nilai Setia dan Melakukan Kehendak Allah
Pengalaman dua hari pelayanan ini membuatku semakin mengerti arti setia dalam tugas kecil. Meski lelah, aku merasa panggilan ini adalah kesempatan untuk memberi kembali kepada Tuhan. Aku belajar bahwa bernyanyi dalam padua suara bukan hanya aktivitas sekolah, tetapi juga cara melakukan kehendak-Nya dengan sederhana. Aku merasa pelayanan ini menguatkan imanku dan membentuk sikapku untuk menjadi lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.

 sebagai anggota paduan suara, kita bukan cuma bernyanyi, tapi juga membawa suasana ibadah supaya umat bisa merasakan kehadiran Tuhan lewat suara yang kita persembahkan. pelayanan ini butuh hati yang tulus, penuh sukacita, dan kemauan untuk memuliakan Tuhan lewat talenta yang diberikan kepada kita. sikap ini sama seperti yang ditunjukkan oleh Bunda Maria ketika ia menaikkan pujian kepada Tuhan dengan sepenuh hatinya. ia mengajarkan bahwa memuji Tuhan bukan hanya soal suara, tapi soal hati yang bersyukur dan rela dipakai untuk karya-Nya. hal inilah yang ingin kita bawa dalam pelayanan paduan suara yang akan kita laksanakan nanti.

seperti yang tertulis dalam Lukas 1:46–47,
"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.”


   Dari pengalaman ini, aku ingin melangkah lebih jauh. Aku ingin memperbaiki kedisiplinanku datang latihan tepat waktu, mempersiapkan suara, dan menjaga tubuhku agar tetap sehat untuk bernyanyi. Aku ingin terus mengasah kemampuanku, bukan untuk dipuji, tetapi supaya aku bisa melayani dengan hati yang lebih tulus. Menjadi bagian dari paduan suara membuatku sadar bahwa menyanyi bukan hanya soal nada yang tepat, tetapi juga soal kesiapan hati.
   
 
  Selain itu, aku ingin membawa sikap pelayanan ini ke kehidupan sehari-hari. Aku ingin belajar berbicara lebih lembut, lebih sabar menunggu, dan lebih peka kepada teman-teman yang membutuhkan bantuan. Pelayanan membuatku mengerti bahwa hal-hal kecil yang dilakukan dengan kesetiaan pun bisa menjadi doa yang hidup. Jika Bunda Maria bisa berkata "ya" untuk hal besar, aku ingin belajar berkata "ya" untuk hal kecil yang Tuhan percayakan padaku setiap hari.

  Pelayanan di Gereja Kemuning kali ini bukan hanya tentang satu misa. Bagiku, ini adalah langkah kecil menuju kedewasaan iman langkah yang mengajarkanku arti taat, arti memberikan yang terbaik, dan arti melayani dengan rendah hati. Dalam setiap lagu yang kami nyanyikan, aku merasa Tuhan sedang mengajakku untuk lebih setia dan lebih siap untuk dipakai dalam karya-Nya. Dan ketika aku berdiri di depan umat, aku menyadari betapa berharganya kepercayaan itu.
 
 
   Selain semua itu, aku ingin melatih keberanianku dalam pelayanan. Aku ingin berani mencoba hal baru memimpin pemanasan suara, menyanyi bagian yang lebih sulit, atau tampil meski gugup. Aku ingin tumbuh menjadi seseorang yang tidak hanya bernyanyi dengan suara, tapi juga membawa damai lewat kehadiran. Setiap kesempatan bernyanyi adalah perjalanan kecil menuju versi diriku yang lebih baik, dan aku ingin melangkahinya dengan hati yang penuh syukur.


Melalui pengalaman pelayanan ini, aku belajar bahwa melayani bukan hanya kegiatan, tetapi perjalanan batin. Ini tentang membuka hati, memperbaiki diri, dan belajar mencintai hal-hal kecil yang Tuhan titipkan. Paduan suara bukan hanya membuatku bernyanyi lebih baik, tapi juga membuatku menjadi pribadi yang lebih lembut, lebih sabar, dan lebih peka. Jika suatu hari Tuhan memintaku bernyanyi lagi, aku ingin menjawab dengan damai: “Tuhan, aku siap. Pakailah aku untuk karya-Mu.”




Rabu, 22 Oktober 2025

Konversi Bilangan & Sistem Komputer

Ngobrolin Konversi Bilangan & Sistem Komputer

Kalau ngomongin soal komputer, hal pertama yang mesti kita tahu adalah:komputer

itubeda cara mikirnya sama manusia. Kita biasa ngitung pake angka 0 sampai 9 (itu namanya sistem desimal), tapi komputer? Dia cuma kenal dua angka: 0 sama 1. Nah, sistem ini disebut biner, dan dari situlah semua perhitungan sama proses yang ada di komputer dimulai. Makanya, belajar konversi bilangan itu penting banget biar kita bisa “ngobrol” sama komputer.

Konversi bilangan itu intinya ngeganti angka dari satu sistem ke sistem lainnya. Misalnya dari desimal ke biner, atau dari biner ke heksadesimal. Contoh gampang: angka 15 desimal kalau diubah ke biner jadi 1111. Buat yang belum biasa, emang awalnya agak mumet. Tapi makin sering latihan, makin ngerti pola-polanya. Nah, sistem lain yang juga sering muncul itu oktal (basis 8) dan heksadesimal (basis 16). Biasanya heksadesimal dipakai di coding atau desain, kayak warna #FF5733 tuh sebenarnya angka heksadesimal.

Nah sekarang kita bahas soal sistem komputer. Jadi, sistem komputer itu bukan cuma

soal perangkat keras (hardware) kayak CPU, RAM, sama monitor, tapi juga perangkat lunak (software) yang ngejalanin perintah kita. Di dalam sistem komputer, data itu diproses, disimpan, dan dikirim pake kode-kode biner tadi. Makanya, konversi bilangan tuh nggak bisa dipisahin dari sistem komputer, karena itu yang bikin semuanya bisa jalan.

Misalnya nih, pas kamu ngetik huruf “A”, komputer sebenernya nerima kode biner 01000001. Terus nanti diproses di CPU, disimpan di RAM, dan akhirnya tampil di layar. Semuanya lewat proses yang kelihatannya rumit, padahal dasarnya dari angka-angka doang. Nah, bagian-bagian di sistem komputer ini punya tugas masing-masing, tapi mereka saling nyambung dan komunikasi lewat kode biner juga.Buat kalian yang mau belajar tentang perkomputeran, harus tau banget tentang hal-hal basic kayak gini. emang pasti awalnya bakal susah, tapi kallau lama-lama dicoba dan udah terbiasa, bakal ngerasa gampang dan masuk diakal. kita bisa nganggep ini kayak puzzle..

Referensi dari artikel yang saya buat:

1.Sumber: wikiHow https://share.google/o3kX6054XKOS7rlxM

2. Sumber: https://share.google/LGgRADrjfpqf6FCiY



Selasa, 07 Oktober 2025

Outing

 Outing Seru di Bandung

Senang sekali aku memiliki topik untuk dibuat artikel, sesuai judul aku mau ngasih tau tentang tempat outing yang seru banget di sekitaran Bandung. sebelumnya kita masuk ke pembahasaan bagi yang belum tau aku itu sekolah di SMP Santa Maria di situ tuh ada program kokulikuler mungkin buat kalian yang mau lebih tau tentang sekolah aku bisa baca diartikel ini yah:https://kyoivlia.blogspot.com/2025/09/sekolahku.html . nah langsung aja yah, jadi sebelum aku rekomendasikan tempatnya aku itu mau ngejelasin proses dari awal dulu yah. jadi kami itu dipecah menjadi beberapa kelompok dan kami dibebaskan untuk memilih bahan apa yang akan kami presentasikan. lalu kelompok kami memilih untuk membuat vlog menggunakan Bahasa Inggris, banyak juga hal-hal yang sebelumnya harus kami buat contohnya sketsa, topik pembahasaan di vlog, dll. 




saat hari-h aku dan teman-teman berangkat ke destinasi pertama yaitu komunitas Hong ini tuh tempatnya ngga jauh dari Tahura, di sana kami tuh diajak bermain permainan yang sebelumnya belum pernah aku mainin. kayak ban-banan, rorodaan ,burung-burungan, dll. selain itu juga ada permainan kayak hompimpa, tepuk pancasila, dan banyak lagi. tempatnya juga asri banget banyak pepohonan rindang, bambu-bambu yang menjulang tinggi, dan suara hewan tonggeret yang menghiasi suara kebisingan kami. disana aku dan kelompok merekam beberapa aktivitas kami. bukan hanya karena tugas namun aku harap vlog itu bisa menjadi momen indah bersama teman-temanku.

lanjut aku pergi ke Batik KOmar di tempat

ini tuh menyenangkan banget karena kita tuh bisa bikin batik sendiri dari batik canting ataupun batik caop terus juga kita bisa milih cap mana yang kita mau. terus juga banyak cap yang lucu-lucu dan unik. ngga cuman ngebatik kita juga bisa ngewarnain batiknya sendiri loh menggunakan kreativitas kita masing-masing. disana juga kita bisa nikmatin beberapa minuman yang kekiniaan karena ditempat ada cafe kecil yang menjadi pelengkap kita setelah membuat batik.

diluar keindahan kedua tempat itu, kelompok aku juga memiliki sedikit kendala yaitu divlog kami suaranya kuarang terdengar yang membuat kami harus merekam ulang, dan juga aku dan beberapa kelompok kami hampir tidak bisa mengikuti presentasi hasil ahkir kokulikulernya karena ada acara. dan juga ternyata pewarna di bati itu susah banget hilangnya kalau make air biasa dan harus dibilas menggunakan air kaporit yang bikin kuku aku tuh masih ada sisa dari pewarna batik itu. dan bisa jadi pembelajaran buat kalian semua kalo maunhebersihin make air kaporitnya lebih lama dan lebih besrih, karena abis itu kuku tuh jadi keliatan jadi kotorr :((.

Kunjungan ke Batik Komar dan Komunitas Hong bikin aku lebih menghargai budaya Indonesia. Di Batik Komar, kaku tahu proses batik itu rumit dan penuh seni, sementara di Komunitas Hong kita belajar permainan tradisional yang seru dan penuh makna. Dari keduanya, kita jadi sadar pentingnya melestarikan budaya supaya nggak hilang dan tetap bisa dinikmati generasi mendatang.



Rabu, 24 September 2025

Pemanfaatan Teknologi

 Pemanfaatan Teknologi


Sekarang Teknologi merupakan bagian penting dalam hidup kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, makan, beraktivitas, hingga tidur lagi, hampir semua kegiatan kita selalu didampingi teknologi. Kayak berbelanja, memesan makanan, mengantar barang, dan lain lainnya. Dan sekarang murid-murid pun lebih gampang untuk belajar dari aplikasi pembelajaran, artikel-artikel, dan lain-lainnya. Bisa kita simpulkan bahwa teknologi itu sangat mempermudah hidup kitaa.

Selain itu, teknologi juga bisa banget dipakai untuk hal-hal yang positif juga. Seperti memepeleajari dari

vidio-vidio, mencari informasi dapat lebih mudah, ataupun membuat usaha kecil-kecilan lewat  e-commerce dan sosial media. Teknologi bukan kebanyakan dampak negatif saja namun dampak poditifnya juga banyak, namun  kita harus bisa menggunakannya dengan bijak. Dan kita juga harus pintar-pintar ngatur waktu supaya ngga kebablasan saat menggunakan teknologi.

Sekarang ini, teknologi udah jadi bagian penting banget dari kehidupan kita sehari-hari. Contohnya aja

di cara kita ngobrol atau komunikasi. Dulu kalau mau kirim kabar harus lewat surat atau nunggu ketemu langsung, sekarang cukup buka HP, kirim chat atau video call, udah bisa langsung nyambung sama siapa aja, bahkan yang jauh sekalipun.


Di dunia sekolah juga sama, teknologi bikin belajar jadi lebih gampang. Anak-anak sekarang bisa belajar lewat YouTube, Google, atau aplikasi belajar lainnya. Nggak harus selalu nunggu guru jelasin di kelas, tinggal cari aja di internet. Bahkan pas pandemi kemarin, banyak sekolah pindah ke online, dan itu nggak mungkin bisa jalan tanpa bantuan teknologi.

adi, intinya teknologi tuh emang banyak banget manfaatnya buat kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari ngobrol jadi lebih gampang, belajar bisa di mana aja, sampe kerjaan atau bisnis bisa jalan lebih praktis. Selama kita pinter gunainnya, teknologi bisa bantu hidup kita jadi lebih efisien dan gak ribet. Yang penting, jangan disalahgunakan aja, biar manfaatnya bisa terus kita rasain.

Kutipan dari beberapa sumber :
1.https://share.google/3pN9CapNA51MlXWLB

2.https://share.google/2Cc7gt6jUsJX4zKMs

Hobby menjadi Healing

 Hobby menjadi Healing 

Halo semuanyaa!

Di artikel ini aku akan menjelaskan hobiku, sebelumnnya bagi kalian yang belum tau aku siapa bisa kunjungi artikel ini yah:  https://kyoivlia.blogspot.com/2025/09/cerita-kecil-pilia.html   . kalau kalian udah mengenal aku yuk kenali hobbyku juga. Mungkin kalian juga udah tau kalau sudah melihat artikel perkenalan aku cuman aku bakal ngasih tau lagi. Jadi hobby aku itu memasak, dari kecil aku tuh suka banget memasak karena seru banget ngeliat hasil masakan yang kita buat sendiri dan bisa kita makan sendiri juga. selain itu kalau kita masak sendiri kita bisa jamin bahan-bahan dan alat-alat yang kita pakai itu terjamin bersihnya dan kelayakannya.


Sesuai judulnya hobby itu bisa menjadi healing, healing itu ngga harus 
pergi ketempat-tempat yang baru ataupun viral, namun makanan-makanan yang enak, unik, dan lucu juga bisa loh buat healing ala-ala. Bukan hanya makanan aja yang bisa jadi healing namun masih banyak hal lain. contohnya kayak melukis, tidur, berkebun,  ataupun yang lainnya. Memasak juga bisa loh kamu jadiin healing ala-ala kamu, karena memasak itu bukan sekedar kegiatan mengisi perut, tetapi juga salah satu kegiatan yang menyalurkan berbagai idemu.

Beberapa orang juga memiliki keunikan untuk menyukai memasak salah satu karena suka

mendengar suara air yang mendidih, aroma bumbu-bumbu yang ditumis, ataupun saat proses memotong-motong bahan-bahannya yang dapat menghilangkan stres mereka setalah melewati hari yang panjang dengan kesibukannya. Selain itu aktivitas ini akan memeberi kefokusan lebih dan menghilanghkan pikiran-pikiran yang agak menganggu. Disini juga aku bakal ngasih tau dan menyarankan kalian semua beberapa makananyang Udah aku coba buat  dan mungkin bisa kalian coba dirumah untuk menghilangkan stres. 


Yang pertama ada Gyoza ๐ŸฅŸ, saat membuat gyoza pikran kita akan fokus membuat lipatan- lipatan pada kulitnya serta kita juga mengeluarkan kreativitas-kreativitas kita. Selain itu ada kepuasan tersendiri saat mlihat semua adonan habis dan tersusun dengan kulitnya yang terlipat rapih. Kedua ada banana bread ๐Ÿž, saat mengaduk adonan, mengupas pisang, dan menyium aroma roti yang baru keluar dari oven, membantu kita lebih rileks dan fokus.

Selain itu banyak juga yang memiliki kesamaan hobby dengan idol,

artis, ataupun yang lain. Yang membuat mereka semakin menyukai kesenangannya. Contohnya aku juga aku tambah suka masak karena idol aku juga menyukai memasak. Ada beberapa masakan yang aku ikuti darinya. Menurutku kita semua bisa menjadikan hobby kita menjadi healing yang tepat, selain tidak memakan banyak biaya kita benar-benar menikmati segala hal yang kita lakukan karena kita sudah menyukainya
                                
kutipan yang saya ambil:
2.https://share.google/zlPFVeE3WRm7nGKmB                                                                                                                                                                                                                                                                     

Teknologi dalam kehidupan sehari-hari

 Teknologi dalam kehidupan sehari-hari 

Teknologi adalah hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan yang membantu mempermudah pekerjaan

manusia. Saat ini, teknologi telah menjadi bagian besar dari kehidupan kita sehari-hari. Hampir setiap aktivitas, seperti belajar, bekerja, atau bersenang-senang, bergantung pada teknologi dalam beberapa cara.


Teknologi berkembang dengan cepat seiring berjalannya waktu.Di masa lalu, orang-orang menggunakan surat untuk berbicara satu sama lain, tetapi sekarang ponsel pintar dapat menghubungkan kita dengan siapa saja, kapan saja. Internet memungkinkan kita menemukan informasi dengan sangat cepat, hanya dalam beberapa detik.

Selain membantu komunikasi, teknologi juga sangat penting dalam pendidikan.Dengan alat seperti gadget, laptop, dan akses internet, siswa dapat belajar dari mana saja. Guru dapat berbagi materi secara online, sehingga pembelajaran tidak dibatasi oleh di mana atau kapan Anda berada.


Salah satunya juga dibidang kesehatan, teknologi membantu menciptakan alat yang lebih baik untuk memeriksa dan mengobati penyakit. Misalnya, mesin MRI, operasi robot, atau aplikasi yang memungkinkan pasien mengobrol dengan dokter. Ini meningkatkan kualitas perawatan kesehatan dan membantu mengobati penyakit lebih cepat.

Meskipun teknologi memiliki banyak hal baik, itu perlu digunakan
dengan hati-hati.Jika digunakan salah, itu dapat menyebabkan masalah seperti terlalu terikat pada gadget, tidak cukup bersosialisasi, atau menyebarkan berita palsu. Jadi penting untuk menggunakan teknologi dengan cara yang positif untuk membuat hidup lebih baik.





Kutipan yang saya ambil dari :

Saint Mary's Way

  The Morning We Sang With Our Hearts   Last month, I had one of the most memorable experiences of my school year: joining the choir perform...